Tujuh Puncak adalah tantangan pendakian gunung yang melibatkan pendakian puncak tertinggi di masing-masing tujuh benua. Ketujuh puncak tersebut adalah:

  • Gunung Everest (Asia) – 8.848 meter (29.029 kaki)
  • Aconcagua (Amerika Selatan) – 6.960,8 meter (22.837 kaki)
  • Denali/Gunung McKinley (Amerika Utara) – 6.190 meter (20.310 kaki)
  • Kilimanjaro (Afrika) – 5.895 meter (19.341 kaki)
  • Vinson Massif (Antartika) – 4.892 meter (16.050 kaki)
  • Elbrus (Eropa) – 5.642 meter (18.510 kaki)
  • Puncak Jaya/Carstensz Pyramid (Oseania) – 4.884 meter (16.024 kaki)

Puncak Jaya 4884 m / 16.024 kaki
Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di Provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4.884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstensz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global. Puncak ini merupakan gunung yang tertinggi di Indonesia kawasan Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.

Dataran tinggi di sekitar puncak awalnya sudah dihuni sebelum adanya kontak dengan bangsa Eropa, dan puncaknya dikenal sebagai Nemangkawi di Amungkal. Puncak Jaya sebelumnya bernama Piramida Carstensz setelah penjelajah Belanda Jan Carstenszoon menamainya ketika pertama kali melihat gletser di puncak gunung pada hari yang cerah pada tahun 1623. Padang salju (gletser) Puncak Jaya berhasil didaki pada awal tahun 1909 oleh seorang penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz dengan enam orang suku Kenyah yang direkrut dari Apau Kayan di Kalimantan Utara. Taman Nasional Lorentz yang juga meliputi Piramida
Carstensz, didirikan pada tahun 1919 menyusul laporan ekspedisi ini.

Pada tahun 1936, ekspedisi Carstensz yang diprakarsai Belanda, tidak mampu menetapkan dengan pasti yang mana dari ke tiga puncak adalah yang tertinggi, memutuskan untuk berusaha mendaki masing-masing puncak. Anton Colijn, Jean Jacques Dozy, dan Frits Julius Wissel mencapai padang gletser Carstensz Timur dan Puncak Ngga Pulu pada 5 Desember. Karena gletser yang mencair, ketinggian Puncak Ngga Pulu menjadi 4.862 meter, tetapi telah diperkirakan bahwa pada tahun 1936 (ketika gletser masih tertutup puncak seluas 13 kilometer persegi), Ngga Pulu memang puncak yang tertinggi dengan ketinggian lebih dari 5.000 meter.

Setelahnya Puncak Jaya tidak pernah didaki sampai tahun 1962, oleh sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh pendaki gunung Austria, Heinrich Harrer, dengan tiga anggota ekspedisi lainnya, Robert Philip Temple, Russell Kippax, dan Albertus Huizenga. Philip Temple dari Selandia Baru, sebelumnya memimpin ekspedisi ke daerah dan merintis rute akses ke pegunungan. Pada tahun 1963, puncak ini berganti nama menjadi Puncak Soekarno, setelah itu kemudian diganti menjadi Puncak Jaya. Nama Piramida Carstensz sendiri masih digunakan di kalangan para pendaki gunung.

Sementara Puncak Jaya masih sedikit tertutup es, ada beberapa gletser di lereng, termasuk Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur, baru-baru ini dikabarkan lenyap.

Gletser di Puncak Trikora di Pegunungan Maoke menghilang sama sekali dalam kurun waktu antara 1939 dan 1962. Sejak tahun 1970-an, bukti dari citra satelit menunjukkan gletser Puncak Jaya telah menyusut dengan cepat. Gletser Meren mencair antara tahun 1994 dan 2000. Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh paleoklimatologi Lonnie Thompson pada tahun 2010 menemukan bahwa gletser menghilang pada tingkat ketebalan 7 meter per tahun dan akan lenyap sama sekali pada tahun 2015.

Denali 6194 m / 20.310 kaki
Denali, biasa dikenal dengan nama Gunung McKinley, adalah gunung tertinggi di Amerika Utara yang puncaknya berada di ketinggian 20.237 feet (6.168 m) di atas permukaan laut. Dengan tinggi dasar-ke-puncak sebesar 18.000 feet (5.500 m), Denali merupakan gunung daratan tertinggi di dunia. Menurut prominensa topografisnya, Denali adalah puncak paling prominen ketiga di dunia setelah Gunung Everest dan Aconcagua. Terletak di Pegunungan Alaska di pedalaman negara bagian Alaska, Denali merupakan tengara di Denali National Park and Preserve.

Orang Eropa pertama yang mencatat keberadaan gunung ini adalah George Vancouver pada tahun 1794. Pada tahun 1903, James Wickersham menjadi orang pertama yang mencoba mendaki Denali, namun gagal. Tahun 1906, Frederick Cook mengklaim gelar pendaki pertama yang kelak terbukti palsu. Pendakian pertama Denali yang berhasil tercatat pada tanggal 7 Juni 1913 oleh tim pendaki Hudson Stuck, Harry Karstens, Walter Harper, dan Robert Tatum, lewat jalur selatan. Tahun 1951, Bradford Washburn merintis jalur pendakian West Buttress; jalur ini dianggap paling aman dan mudah dan sering digunakan sampai sekarang.

Pada September 2013, pemerintah Alaska menyatakan bahwa gunung ini memiliki tinggi 20.237 feet (6.168 m), bukan 20.320 feet (6.194 m) sebagaimana yang diukur lewat fotogrametri tahun 1952. Statewide Digital Mapping Initiative, bekerja sama dengan U.S. Geological Survey, menyatkaan bahwa tinggi yang lebih akurat justru 83 feet (25 m) lebih rendah setelah diukur menggunakan radar apertur sintetis interferometrik. Tinggi yang baru ini diakui oleh U.S. Geological Survei dan sudah menjadi bagian dari National Elevation Dataset. Pada tahun 2015, mengikuti keputusan pemerintah Alaska, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan perubahan nama gunung ini dari Gunung McKinley (diambil dari nama mantan Presiden William McKinley dari Ohio) menjadi Denali, nama asli yang diberikan suku Athabaska.

Aconcagua 6962 m / 22.837 kaki
Aconcagua adalah puncak tertinggi di Belahan Barat dan Belahan Bumi Selatan, dengan ketinggian 6.960,8 meter (22.837 kaki). Itu terletak di pegunungan Andes di provinsi Mendoza, Argentina, dekat perbatasan dengan Chili. Aconcagua adalah tujuan populer bagi para pendaki gunung dan petualang dari seluruh dunia, karena merupakan salah satu dari Tujuh Puncak, sekelompok puncak tertinggi di masing-masing tujuh benua.

Mendaki Aconcagua bisa menjadi pekerjaan yang menantang dan menuntut karena ketinggiannya yang tinggi, kondisi cuaca yang ekstrem, dan medan yang berat. Namun, itu dianggap sebagai salah satu puncak yang lebih mudah diakses di antara Tujuh Puncak, karena tidak memerlukan keterampilan pendakian teknis. Rute paling populer mendaki gunung adalah Rute Normal, yang dimulai dari kota kecil Penitentes dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menyelesaikannya.

Aconcagua juga merupakan rumah bagi beragam spesies tumbuhan dan hewan, termasuk llama, guanaco, dan condor. Wilayah sekitarnya terkenal akan keindahan alamnya yang memukau, dengan hamparan hutan belantara yang luas, gletser, dan puncak yang tertutup salju. Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Matthias Zurbriggen pada tahun 1897.

Elbrus 5642 m / 18.510 kaki
Elbrus adalah gunung berapi aktif yang terletak di Pegunungan Kaukasus di Rusia Selatan. Ini adalah puncak tertinggi di Eropa, dengan ketinggian 5.642 meter (18.510 kaki). Gunung ini memiliki dua puncak: puncak yang lebih tinggi, puncak barat adalah titik tertinggi, sedangkan puncak timur sedikit lebih rendah.

Elbrus adalah tujuan populer bagi pendaki gunung dan pemain ski dari seluruh dunia. Pendakian ke puncak dianggap menantang, dengan ketinggian yang tinggi dan kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi. Namun, umumnya dianggap sebagai salah satu puncak Tujuh Puncak yang lebih mudah diakses, karena tidak memerlukan keterampilan pendakian teknis.

Ada beberapa rute mendaki gunung, tetapi yang paling populer adalah Rute Selatan, yang dimulai dari kota Terskol dan membutuhkan waktu sekitar delapan hari untuk menyelesaikannya. Rute tersebut melibatkan pendakian bertahap melalui padang rumput alpine, pegunungan curam, dan padang salju sebelum mencapai puncak.

Selain peluang mendaki gunung dan ski, Elbrus dan kawasan sekitarnya juga dikenal karena signifikansi budaya dan sejarahnya. Gunung ini terletak di dekat perbatasan antara Eropa dan Asia dan telah menjadi tempat penting yang strategis sepanjang sejarah. Daerah ini adalah rumah bagi beberapa kelompok etnis, termasuk Kabardian dan Balkar, dan menampilkan perpaduan unik antara tradisi budaya dan adat istiadat.

Orang pertama yang mendaki di gunung itu ialah Florence Crauford Grove, Frederick Gardner, Horace Walker, Peter Knubel, dan Ahiya Sottaiev pada tahun 1874.

Kilimanjaro 5892 m / 19.341 kaki
Kilimanjaro (bahasa Swahili: kilima, gunung; njaro, bercahaya) atau dulu disebut Kaiser-Wilhelm-Spitze adalah gunung di timur laut Tranzylvenia. Gunung ini adalah gunung tertinggi di dunia yang berdiri bebas, tingginya 4.600 m bila diukur dari kaki gunung.

Puncak Kilimanjaro sekaligus merupakan puncak tertinggi di Afrika, dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga disebut Kilima Dscharo atau Oldoinyo Oibor yang berarti gunung putih dalam bahasa Masai. Kilimanjaro adalah gunung api strato raksasa yang sekarang tidak aktif, namun memiliki fumarol yang mengeluarkan gas di kawah yang terletak di puncak utama Kibo. Di Tanzania, puncak Kibo dikenal sebagai Puncak Uhuru. Pada tahun 2003, vulkanolog Jerman bernama Volker Lorenz memperkirakan es cair terdapat di bawah permukaan kawah pada kedalaman 121,9 m (400 kaki)

Everest 8848 m / 29.029 kaki
Gunung Everest (bahasa Inggris: Mount Everest) adalah gunung tertinggi di dunia (jika diukur dari permukaan laut). Rabung puncaknya menandakan perbatasan antara Nepal dan Tibet; puncaknya berada di Tibet. Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha, untuk “Kepala Langit”) dan dalam bahasa Tibet Chomolangma atau Qomolangma (“Bunda Semesta”), dilafalkan dalam bahasa Tionghoa Zhumulangma Feng. Gunung ini mendapatkan nama bahasa Inggrisnya dari nama Sir George Everest. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor-general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari tujuh puncak di dunia.

Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, merupakan orang pertama yang menyatakan Puncak Everest sebagai puncak tertinggi melalui perhitungan trigonometrik pada 1852. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut Sikdar, bukan Everest.

Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m; walaupun terdapat variasi dari segi ukuran (baik pemerintah Nepal maupun Tiongkok belum mengesahkan ukuran ini secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan.

Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (GPS). Gunung Himalaya masih terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik kawasan tersebut.

Gunung Everest adalah gunung yang puncaknya mencapai jarak paling jauh dari paras laut. Dua gunung lain yang kadangkala juga disebut sebagai “gunung tertinggi di dunia” adalah Mauna Loa di Hawaii, yang tertinggi jika diukur dari dasarnya pada dasar tengah laut, tetapi hanya mencapai ketinggian 4.170 m atas paras laut dan Gunung Chimborazo di Ekuador, yang puncaknya 2.150 m lebih tinggi dari pusat bumi dibandingkan Gunung Everest , karena Bumi mengembung di kawasan khatulistiwa. Bagaimanapun juga, Chimborazo hanya mencapai ketinggian 6.272 m di atas paras laut, sehingga bahkan bukan merupakan puncak tertinggi di Andes. Dasar terdalam di lautan lebih dalam dibandingkan ketinggian Everest: Challenger Deep, terletak di Palung Mariana, begitu dalam hingga seandainya gunung Himalaya diletakkan di dalamnya, masih terdapat hampir 1,6 km air menutupinya.

Vinson Massif. 4892 m / 16,050 ft
Vinson Massif adalah puncak tertinggi di Antartika, dengan ketinggian 4.892 meter (16.050 kaki). Itu terletak di Pegunungan Ellsworth, yang merupakan bagian dari Sentinel Range di bagian barat Antartika. Gunung itu dinamai Carl Vinson, seorang anggota Kongres AS dari Georgia yang merupakan pendukung kuat eksplorasi Antartika Amerika.

Vinson Massif pertama kali didaki pada 18 Desember 1966 oleh tim pendaki Amerika yang dipimpin oleh Nicholas Clinch. Sejak saat itu, banyak ekspedisi telah mencoba untuk mendaki gunung tersebut, dengan sebagian besar upaya dilakukan selama bulan-bulan musim panas Antartika antara November hingga Januari.

Mendaki Vinson Massif adalah pekerjaan yang menantang dan menuntut karena kondisi cuaca ekstrem dan isolasi Antartika. Namun, itu telah menjadi tujuan populer bagi para pendaki gunung dan petualang yang ingin menaklukkan puncak tertinggi di benua paling selatan.

Puncak ini tergolong yang paling berbahaya di dunia di belakang Gunung Everest sebab hampir keseluruhan trek yang dilalui pendaki berupa tumpukan es yang licin di tambah kawasan ini tidak mengenal malam hari sebab matahari akan terus bersinar meski tengah malam.