Desa wisata ini merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf di Indonesia.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024 sesuai RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).

Apa itu Desa Wisata?
Desa wisata adalah suatu daerah tujuan wisata, di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas penunjang dan kemudahan akses. Semuanya disajikan menyatu dengan tata cara dan tradisi warga desa.

Manfaat dan Tantangan Desa Wisata

  1. Tantangan pengembangan desa wisata secara umum menyangkut aspek kesiapan sumber daya dan kesiapan kelembagaan pengelola, pemenuhan fasilitas pendukung hingga perluasan kemitraan.
  2. Penurunan kemiskinan dan meningkatnya pendapatan warga
  3. Membuka wawasan masyarakat desa, dan melahirkan kreatifitas masyarakat
  4. Mendorong pelestarian budaya, adat dan tradisi
  5. Mendorong usaha kelestarian alam berkelanjutan
  6. Mendorong lahirnya industri kreatif masyarakat desa
  7. Desa menjadi lebih bersih, rapi dan aman
  8. Tahap Pengembangan Desa Wisata
  9. Pengembangan desa wisata menajdi satu kebutuhan yang makin beragam bagi wisatawan yang akan datang. Mereka bisa melihat sesuatu yang mungkin tidak pernah mereka lihat di daerah asalnya.

Tahap 1 : Desa Wisata Embrio

  • Ada potensi siwata yang bisa dikembangkan
  • Ada gerakan masyarakat dan dorongan pemerintah desa untuk mengembangkan potensi tersebut

Tahap 2 : Desa Wisata Berkembang

  • Potensi wisata desa sudah terkelola
  • Ada swadaya masyarakat dan pemerintah desa untuk pengelolaannya
  • Promosi cukup baik dan ada wisatawan yang sudah datang

Tahap 3 : Desa Wisata Maju

  • Kunjungan wisatawan rutin terjadi
  • Dikelola lebih profesional melalui BUMDES/Koperasi atau sejenisnya
  • Promosi dan pemasaran sudah berjalan baik

Langkah Nyata dan Berkelanjutan Pengembangan Desa Wisata:

  • Pemetaan potensi desa
  • Pengembangan produk wisata
  • Penataan destinasi potensial
  • Pembentukan kelembagaan
  • Peningkatan sumber daya manusia (SDM)
  • Melakukan pemasaran aktif
  • Membangun kemitraan yang strategis
  • Evaluasi yang terukur dan berkala