Banyak orang salah mendefinisikan kata backpacker. Ada yang mengatakan bahwa segala kegiatan wisata asal itu murah, itu sudah bisa disebut backpacker. Jika kamu masih mengartikannya seperti itu, maka kami harus meluruskan hal tersebut. Backpacker adalah metode berwisata yang menggunakan backpack (ransel) yang dilakukan secara mandiri dan juga berwisata secara murah. Jadi, bukan berarti asalkan murah itu disebut backpacker. Jika penafsirannya seperti itu berarti pakai koper asal murah bisa disebut backpacker, dong? Jelas bukan, sahabat BTG. Sebelum mengaku backpacker, kamu harus memegang teguh prinsip ways of backpacker.

Kenali Prinsip utama Backpacker! Apa saja itu?

Independent: Tidak berpergian bersama kelompok tour, yang artinya backpacker itu tidak membeli paket wisata di agen perjalanan / travel agent. Backpacker itu menyusun rencana perjalanannya secara mandiri, mau kemana, makan apa, menginap dimana, seorang backpacker sejati menyusun rencananya sendiri. Namun bukan berarti kamu harus jalan-jalan sendiri / solo travelling, kamu boleh bareng teman kok.

Travel Light: Artinya, membawa barang sedikit mungkin. Oleh karena itu, backpacker sejati tidak akan pernah membawa koper. Hanya menggunakan backpack (ransel) untuk membawa pakaian, celana, perlengkapan mandi, dan lain-lainnya. Biasanya backpacker hanya membawa pakaian sekitar 4-6 pasang dan kalau kotor tinggal laundry ditempat.

Educated: Educated artinya bersifat mendidik. Backpacker adalah seseorang yang adventurous / petualang. Karena mereka berjalan-jalan tanpa menggunakan pemandu, backpacker mau tidak mau harus belajar berkomunikasi dengan masyarakat sesuai dengan daerah kunjungannya. Backpacker adalah orang yang berani dan pandai menyesuaikan diri dengan kebudayaan daerah tujuannya. Pengalaman berbaur dengan masyarakat lokal itulah yang mendidik dan tidak akan banyak kamu dapatkan dari berwisata melalui rombongan tour.

Travel Cheap: Backpacker adalah tipe traveller yang tidak ingin mengeluarkan banyak biaya untuk tempat tinggal dan berpergian menggunakan transportasi umum. Pada tahun 1960, backpacker jaman dulu menggunakan hitchhiking untuk menghemat biaya perjalanan. Hitchhiking adalah menumpang kendaraan orang lain dengan cara menganjungkan jempol di tepi jalan.
Dari penjelasan diatas kami rasa sudah bisa dimengerti mengenai definisi atau arti dari backpacker itu sendiri. Dan apa saja prinsip utama yang menjadikan kamu adalah seorang backpacker. Maka selanjutnya, kita akan membahas tentang asal usul Backpacker atau bisa kita sebut sebagai sejarah Backpacker.

Sejarah Backpacker, Bagaimana Asal Mulanya?

Sejarah Backpacker itu bermula pada tahun 1960 dan 1970 di Eropa Barat dan Amerika Utara. Pada waktu itu ada kaum yang menamai diri mereka sebagai kaum Hippies yang melakukan perjalanan independen dengan gayanya yang khas dan selalu membawa backpack (ransel) di punggungnya. Kaum Hippies itulah yang mempopulerkan metode traveler dengan backpack atau biasa kita sebut backpacker.

Bahkan mereka (kaum hippies) mempopulerkan teknik nebeng dengan mengancungkan jempol sebagai sinyal ingin menumpang ke kendaraan yang lewat. Dari sanalah backpacker mulai terkenal, karena gaya khas yang unik dalam mengeksplorasi tempat-tempat baru dan juga berbeda dari turis pada umumnya.

Kaum Hippies adalah kaum yang berasal dari Amerika, dan memulai perjalanan berawal dari Eropa Barat seperti kota London dan Amsterdam menggunakan transportasi udara. Pada kala itu sekitar 1960 – 1970an, Kaum Hippies melakukan pertualangan dari Eropa sampai Asia Selatan.

Berbagai negara pernah mereka kunjungi, seperti: Turki (Istanbul), Iran (Tehran), Afghanistan (Herat & Kabul), Pakistan (Peshawar & Lahore), India (Delhi & Benares), Nepal (Kathmandu), Bangladesh (Dhaka), bahkan sampai Bangkok (Thailand). Perjalanan kaum Hippies ini dikenal sebagai sebutan Hippie Trail.

Jaman dahulu, Kaum Hippies travelling menggunakan hitchhiking dan sangat rumit. Namun, diera saat ini transportasi makin baik dan murah bahkan adanya internet untuk kamu akses informasi tempat wisata bahkan berkomunikasi bahasa asing. Bisa dikatakan, travelling independen sekarang tidaklah serumit era Kaum Hippies. Lalu, apa yang perlu dikhawatirkan? Sekarang backpacker telah menjadi tren global, apakah kamu siap untuk travelling ala backpacker?